Jumat, 14 November 2008

doa yang bisa menggetarkan isi langit dan bumi

demang wirosobo
newbie

UserID: 561890
Join Date: Oct 2008
Posts: 90
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts


@@@
Quote:Originally Posted by Atret
Sungguh satu pencerahan akademis yang bagus, (maaf klo yang ini gak muji lho.) Tapi kenapa bentuk doa/mantra/ajian begini disebut konvensional? Adakah juga dan yang bagaimana yang tergolong kontemporer?

Nggurui? Gak juga kok ki demang. Lha panjenengan ini memang guru kok. Teladan sing patut en kudu digugu lan ditiru biar gak pada saru. Iya tho.
@@@


konvensional karena metode yang digunakan adalah metode budaya yang dengan syarat penyiksaan diri dalam artian penyiksaaan diri sebagai wujud kesungguhan di dalam berdoa bukankah "doa yang dipanjatkan dengan kesungguhan adalah doa yang akan di prioritaskan di ijabahnya" bahkan ada sebuah hadist yang mangatakan bahwa "doa orang yang teraniaya (kepepet) adalah doa yang bisa menggetarkan isi langit dan bumi " (bagaimana menciptakan kondisi teraniaya)
makanya banyak orang orang sepuh dahulu karena keterbatasan bahasa arab yang digunakan mereka mempunyai khazanah budaya berdoa dengan bahasa daerah sendiri (entah bugis, melayu, jawa, sunda) namun karena kesungguhan di dalam meminta, doa / mantra mereka banyak di ijabah, Maha Rahman dan Rahiem Allah SWT,yang maha mengabulkan setiap hambanya yang meminta
Last edited by demang wirosobo; Yesterday at 10:34 PM.

Tidak ada komentar: