Sabtu, 01 November 2008

Bagus juga untuk diamalkan

demang wirosobo
newbie
UserID: 561890
Join Date: Oct 2008
Posts: 52
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts

@@@
Quote:Originally Posted by Atret
Semasa di Tangerang, saya sering hadir di acara majelis taklim. Saya juga suka beroleh undangan dari banyak organiasi ikatan keluarga kedaerahan.
Pada Desember 1992, disaat menghadiri majeliis taklim Ikatan Keluarga Betawi, saya berjumpa dengan ustadz Solehudin. Lalu berbincang disaat pulang. 3 hari kemudian beliau datang ketempat saya. Saat itu saya lagi suka2nya mempelajari semua teknik dan aspek pengobatan termasuk kitab mujarobat. Dan ustadz Solehudin yang ternyata murid dari perguruan sufi Iddrisiyyah di Jalan Batutulis Jakarta Pusat, memperlihatkan jurus satu amalan.

Baca Surat Al-Fatihah, ditujukan kepada:
1. Subhanallauhil Azzom.
2. Jibril AS.
3. Rasulullah SAW.
4. Nabi Khaidir.
5. Syekh Abdul Qadir Jaelani.
6. Kedua orangtua.

Lakukan sambil duduk atau bersila. Tangkupkan kedua telapak tangan yang kedua ujung jempolnya di tempelkan ke titik pertemuan alis dan ujung hidung (coup d'honor, tempat penembakan terpidana mati yang luput tewas saat dieksekusi). Lalu niatkan dalam hati apa saja ( buat pemula misalnya minta sehat lahir bathin). Kemudian perlahan sesuai dengan helaan nafas, lafadzkan kalimat "Subhanallah walhamdulillah wa laa Ilahailallahu Allahu Akbar," berulang ulang sambil sedikit menegangkan kedua lengan. Pada akhirnya kedua lengan akan bergetar perlahan sampai hebat. Lalu merembet ke kedua telapak tangan, kepala, dada, tubuh dan kedua tungkai. Nikmati saja gerakan ini yang semakin lama akan semakin menjadi kuat. Gerakan ini awalnya akan menguras tenaga lahir bathin. Klo sudah merasa lelah, segera tangkupkan kedua telapak tangan lalu kedua ujung jempol tempelkan ke coup d'honor seraya mengucapkan, "Wa laa hawla wa laa quwwata illa billah."
Akan saudara rasakan betapa aliran darah menjadi cepat, nafas memburu dan kucuran keringat. Oleh karenanya pada saat proses, pikiran harus jernih dan sadar. Agar pada akhirnya mampu menutup gerakan itu sendiri.

Menurut kisah ustadz Solehudin, tidak semua orang bisa mengalami getaran dalam sekali jalan. Beliau sendiri setelah 9 hari dengan bimbingan gurunya, baru bisa membuat lengannya bergetar. Maaf, makanya beliau terbelalak heran ketika saya mencoba perdana, dalam 5 detik langsung jadi.

Amalan ini bisa dilakukan kapan saja selama dalam keadaan suci. Gerakan yang menguras tenaga lahir bathin ini lama kelamaan menghasilkan kekuatan untuk bisa melakukan apa saja. Dengan berlatih kita akan semakin tahu. Tapi jangan lakukan disaat menjelang tidur. Karena sangat berbahaya.

Selama saya mengamalkannya. Selain mampu menambah daya dalam upaya pengobatan, saya juga telah beberapa kali membantu menemukan orang atau barang hilang. Sekali lagi bergantung kepada niatan positif. Insyallah, amalan ini setidaknya akan membuat tampak awet muda dengan wajah sehat berseri.

Sayangnya, lama kelamaan amalan ini bisa muncul kapan saja. Meski baru sejenak terpikirkan. Klo hal ini terjadi, upayakan pengendaliannya agar tak menjadi tontonan atau menarik perhatian orang lain disekitar kita. Sebagus nya klo amalan ini hadir, hanya jempol saja yang bergerak atau bergetar. Semoga amalan serba guna sederhana ini banyak bermanfaat apa saja.
@@@



Bagus juga untuk diamalkan
Iddrisiyyah .... bukan hanya perguruan sufi tapi juga sebuah tarekat, coba anda cek didaerah tasikmalaya jika tidak salah didaerah cikalong disana ada pondok pesantern (lupa namanya) yang mengajarkan TAREKAT IDRISIYAH, disana juga ada makam seorang wali akbar mursyid tarekat tersebut

Tidak ada komentar: