Rabu, 05 November 2008

bukan wujud uang tapi kedalaman barokah.

Atret
kaskuser

UserID: 555299
Join Date: Sep 2008
Posts: 250
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts

@@@
Quote:Originally Posted by demang wirosobo
Alhmadulliah Thank's atas pujiannya Saya di MAN, ah............. meski hasil bukan seberapa tapi Alhamdulliallah BAROKAH
kadang di gubuk saya ada rekan rekan datang sekedar curhat kadang juga nyrempet urusan kebatinan, or sekedar share persoalan Hidup (dari dagangnya pengin laris, pengin dapat jodoh, de el el ) kadang saya ketawa sendiri di usia yang relatif muda Kadang serasa didaulat"sebagai Penasehat Spiritual" padahal wah................. saya itu bisa apa !pernah ada seorang cewek (PNS) ingin dapat jodoh, padahal menurut saya ia tergolong cantik, karier bagus (sambil berkelakar), saya kasih doa "nich amalkan selama 40 hari Insya Allah ada yang datang, (nanyain kamu) tapi jika tidak ada yang datang biar saya yang datang " tapi ALhamudillah ia sekarang sudah berkeluarga dan di karuniai putra putri yang lucu (kisah awal juni awal 2006)
@@@


Betul itu ki demang, yang kita cari bukan wujud uang tapi kedalaman barokah.
Saya pernah ketemu seorang gadis cantik, beliau guru matematika di satu MTs di Tangeramngh dengan takehomeppay 200ribu sebulan. Padahal klo dia mau dengan ijazah SE nya bisa beroleh gaji pokok 2 jutaan sebulan dari satu kantor BCA, asal dia mau membuka jilbabnya. Apalagi guru, kualitas hub dan komunikasi dengan murid aja sudah sesuatu yang langka dan membanggakan tersendiri di masyarakat pekerja manapun.

Tapi hidup memang kudu berbekal ilmu linuwih kok. Saya jadi kian memahami apa maksud ki demang agar para praktisi ilmu hikmat harus punya bentuk usaha sebagai dasar kehidupannya. Klo Allah berika rezeki dari praktek pengobatan dan bantuan, anggap aja bonus yang patut kita syukuri.

Hehe, pengalaman bathin yang indah bagi ki demang, meskipun bukan jodoh fillah. Seperti yang tengah saya alami sekarang bersama Baby. Barusan saya telepon katanya lagi sakit dan kecapekan. Saya ingin bantu, tapi dia nolak karena risih aja menerima saya di kamar kosnya. Meskipun dulu2nya saya pernah beberapa kali lakukan terhadap anak2 kos yang lain.
Ini juga ujian ki demang, ada yang dekat di hati apalagi ibunya dah menitipkannya. Rasanya kita mampu membantunya, tapi dia rikuh. Meski entah juga klo yang datang itu Ade, mungkin dianya langsung bangun bahna malu dengan rongga dada gonjang ganjing dan hati yang bersorak. Cihuy!

Tidak ada komentar: