Kamis, 13 November 2008

"Hidup ini terlalu Indah untuk di RATAPI"

Atret
kaskuser

UserID: 555299
Join Date: Sep 2008
Posts: 316
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts


"Hidup ini terlalu Indah untuk di RATAPI"


@@@
Quote:Originally Posted by demang wirosobo
meski hati hancur ah.....ternyata Gusti Allah masih kerso menghibur hambanya, meski hambanya bukan hamba yang siddiq, hamba yang amburadul hamba yang kadang giat ibadah jika ada susah,
meski ahti hancur e........................ orderan lumayan banyak dari Install komputer, service, jasa jual beli sampai order ngetik yang membludak (AlhamdulillaH),
tokh meski... agak pahit jika ingat si gadis ............. tokh dengan kesibukan akhirnya perasaaan tersebut hilang dengan sendirinya ..........
ternyata Gusti Allah SWT, menghibur hambanya di balik rasa patah hati
"Hidup ini terlalu Indah untuk di RATAPI"
@@@



Saestu ki demang, "Hidup ini terlalu Indah untuk di RATAPI". Meskipun pelampiasan emosi seperti itu seharusnya wajar aja karena sifat karnalisme (sifat kedagingan) kita.

Saya baru balik sehabis mengunjungi Baby ditempat kerjanya. Puas hatiku melihatnya sehat ceria meski berkali kali bilang maaf gak bisa menemani.



Sayangnya ada ancaman bom yang lagi disisir oleh security. Baby kirim sms kasih tau ketika saya masih otw. Tapi itupun saya taunya langsung dari Baby bukan dari sms nya. Baby minta saya segera pulang, meskipun saya ngotot bilang, "Klo issue itu benar, saya setulus ikhlas buat mati bersama Baby yang selalu saya kasihi sayangi kangeni." Dan ingin menungguinya buat pulang bersama. Agar saya bisa segera lakukan bantuan klo ancaman itu benar2 terjadi. Tapi dengan emphasis, Baby minta saya segera pulang, lalu nungguin di warnet aja. Iya sih sikapnya agak formal dan menghindari kesan klo kami saling akrab buat menghindari hil2 yang mustahal. Ketika saya mau bayar, Baby sengaja menyerahkan pengurusan bill kepada temannya. Lalu sambil senyum manis dan tatapan teduh, bilang terimakasih atas kedatangan saya. Hehe, agak bisniz-like lah. Namanya juga basa basi orang kerja buat La Moda.

Sebelum pulang saya berpesan agar Baby jangan campur adukkan tulusnya hubungan kasih sayang saya bersamanya. Baby tentu ada kecewa, tapi saya ingin selalu bersamanya dalam suka dan duka. "Insyallah Aa." Senyumnya.
Juga saya nyatakan keinginan buat sering menyambanginya disaat kerja, asal saya tau jadwalnya. Baby bilang boleh aja, asal jangan kecewa gak ditemani ntar merasa dicuwekin. Ujarnya sembari tertawa. Hehe, ya nggak lah. Atret juga tau diri kok. Senangnya, asal bisa lihat senyuman dan lenggangnya aja.
"Boleh?" Tatapku. Baby mengiyakan dengan angguk dan senyum manis.

E-eh ki demang. Koq malah saya yang curhat nih. Semoga aja kebahagiaan ini bisa menular buat menghiburkan hati yang gundah. Kan hati jembar rezeki segar. Tul gak sih? Saya terusin wiridz Ya Latief dan shalawat lagi ya.

Tidak ada komentar: