Jumat, 14 November 2008

Nggurui? Gak juga kok ki demang.

Atret
kaskuser

UserID: 555299
Join Date: Sep 2008
Posts: 318
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts


@@@
Quote:Originally Posted by demang wirosobo
doa/mantra/ajian konvensional ini sebenarnya bagus juga untuk menggerakkkan hati someone, akan tetapi biasanya ilmu ilmu konvensional banyak mensyaratkan dengan puasa yang agak berat dan menguras tenaga (akan tetapi) jika kuat menjalankannya silahkan akan tetapi seperti genarasi kita,jaman kita karena mungkin kita telah terbiasa kenyang, jadi kita tak mungkin kuat untuk menjalankan puasa (ritual) yang memelintir usus, karena biasanya puasa puasa tersebut (pati geni, ngebleng dll )hanya bisa dijalankan , jika kita tidak mempunyai aktivitas (kerja, kuliah) yang menguras energi tersebut
karena ilmu batin erat hubungannya dengan kejiwaan, ketenangan diri, kemapanan fikiran, saya sarankan jika anda tertarik dengan ilmu kebatinan (gaib) entah itu pengasihan, kanuragan dll, carilah guru yang mengerti kondisi anda,
jika anda seorang petani mungkin lebih cocok dengan amalan / ritual (entah puasa,dll) yang panjang karena sekalian menunggu waktu panen
akan tetapi jika anda pekerja atau mahasiswa yang kudu smart(berpacu) dengan waktu
anda tidak boleh menjalankan amalan/ ritual yang mengakibatkan kewajiban aktivitas anda terganggu ingat ........................ kita harus membedakan antara kewajiban dan wisata spiritual, kedua duanya harus seimbang
(maaf jika terlalu menggurui)
@@@



Sungguh satu pencerahan akademis yang bagus, (maaf klo yang ini gak muji lho.) Tapi kenapa bentuk doa/mantra/ajian begini disebut konvensional? Adakah juga dan yang bagaimana yang tergolong kontemporer?

Nggurui? Gak juga kok ki demang. Lha panjenengan ini memang guru kok. Teladan sing patut en kudu digugu lan ditiru biar gak pada saru. Iya tho.

Tidak ada komentar: